Hidup Ini Memilih
Friday, October 31st, 2008Tahun-tahun belakangan ini kata-kata itu semakin sering terdengar. Rupanya di usia kepala dua ini, teman-teman saya semakin mengakui kalau dalam hidup ini kita selalu memilih untuk mengambil suatu paket dan meninggalkan paket lainnya. Dan mestinya juga sadar, paket manapun yang diambil berisi konsekwensi yang tidak mau tau dengan ketidaksiapan. Kata-kata itu bukan cuma terngiang-ngiang belakangan ini, tetapi benar-benar menjelma lengkap dengan konsekwensinya. Seringkali memang hidup adalah tentang pilihan dan seringkali pilihan itu adalah konsekwensi dari keterbatasan. Keterbatasan waktu, keterbatasan energi, keterbatasan hati dan pikiran. Dan saya memilih untuk mensyukuri segalanya. Keterbatasan dan ketidakterbatasan. Saya memilih menikmati setiap rasa yang mampir termasuk rasa pusing campur sedih campur geli yang melanda sampai beberapa jam yang lalu. Memilih untuk tersenyum detik ini.